M.A.Amos Pah, Tokoh Veteran Perang Asal NTT, Penyandang Bintang Gerilya

img 20210507 233355

Mereka bersenjatakan persenjataan modern (saat itu) ditambah dukungan Pesawat Tempur/pembom standard pasukan Sekutu, sedangkan Tentara Indonesia hanya bersenjatakan senjata hasil rampasan yang sederhana namun didukung oleh Semangat Juang yang tinggi untuk mempertahankan kota Surabaya.

Inilah yang menyebabkan terjadinya Pertempuran yang sengit dan mematikan, yang puncaknya terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya. Pertempuran di Surabaya memakan waktu 1 bulan.

Amos Pah menuturkan (kepada bung Jack Adam) bagaimana dia dengan anak buahnya (34 orang anggota BKR) pada tanggal 16 Nopember 1945 turut mengalami pertempuran sengit secara seporadis melawan tentara Inggris yang didukung oleh Nica Belanda di Surabaya yakni disekitar Pasar Turi dan Stasiun Kereta Api, dalam pertempuran tersebut 8 anggota BKR anak buahnya tewas.

Kemudian pada tanggal 18 November 1945 kembali Amos pah beserta 62 orang anggota BKR anak buahnya melancarkan serangan terhadap tentara Inggris dan Nica di Viaduct dan Ex.Kantor Gubernur lama, dimana 21 orang anak buahnya gugur dalam pertempuran itu.

Exit mobile version