“Kebetulan istri saya ingin mencoba bisnis merangkai bunga, jadi ikut kursus di Bali. Lalu saya melihat ada kursus yang menarik tentang barista, karena banyak coffee shop yang sangat sukses. Dari situ saya baru tahu bagaimana industri kopi, bagaimana penyajiannya, dan apa saja yang dijual dalam dunia kopi,” ungkap Rizky.
Rizky menyadari bahwa industri kafe yang profesional bukan hanya soal produk semata, melainkan juga pelayanan yang ramah dan menciptakan suasana yang nyaman bagi pelanggan, seperti sedang nongkrong di rumah sendiri.
Meskipun pada awalnya ada keraguan dalam memulai bisnis ini, namun setelah terjun langsung, Lagoom Coffee ternyata sangat diterima di pasar kedai kopi Kota Kupang.
“Saya senang karena orang tua dan istri sangat mendukung. Apalagi Mama kan hobi masak juga. Jadi, semua menu makanan di Lagoom Coffee juga dibantu oleh Mama,” tutup Rizky dengan penuh semangat. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












