“Saya rasa persaingan di kota Kupang sekarang sudah adil ya, karena masing-masing kafe sudah memiliki pasarnya sendiri. Orang banyak memilih Lagoom Coffee karena suasananya yang tenang, ibarat nongkrong di rumah sendiri,” kata Rizky.
Setelah meraih gelar juara dalam Exotic Barista Competition 2025, Lagoom Coffee semakin dikenal dan diminati masyarakat. Para pelanggan semakin antusias untuk mencoba menu-menu khas yang ditawarkan.
“Kami sangat senang karena masyarakat sudah percaya kepada Lagoom Coffee. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, kualitas produk, serta kenyamanan pengunjung,” ungkap Rizky Rahman, putra pertama dari Bapak Abdulrahman.
Nama “Lagoom Coffee” sendiri terinspirasi dari bahasa Swedia, yang berarti “berimbang”, atau “tidak lebih, tidak kurang”. Filosofi ini mencerminkan komitmen Lagoom Coffee untuk memberikan pengalaman yang seimbang dan berkualitas bagi setiap pengunjung.
Didukung oleh sang istri, Priscyla Rolin Sasminto, serta kedua orang tua, Jois Mamahit dan Abdulrahman, Rizky menceritakan bagaimana ide bisnis ini muncul saat ia dan istri berlibur di Bali.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












