tv-beritakota.com, KUPANG– Pekerjaan lanjutan jalan lapen (lapisan penetrasi) di Kota Kupang terus menunjukkan progres yang signifikan.
Hingga pertengahan Juni 2026, Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menuntaskan pekerjaan di tiga kawasan dan kini fokus mempercepat penyelesaian dua kawasan lainnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Kupang, Yohanes Puu, S.T., mengatakan sejumlah paket pekerjaan di kawasan Oebobo, Kelapa Lima, Kota Lama dan Kota Raja telah selesai dikerjakan dan telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO).
“Benar, untuk pekerjaan lapen di kawasan Oebobo, Kelapa Lima, Kota Lama dan Kota Raja sudah selesai dikerjakan dan sudah PHO,” ujar Yohanes Puu, Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, pekerjaan yang masih berlangsung berada di kawasan Alak dan Maulafa. Hingga saat ini, progres fisik lapen di kawasan Alak telah mencapai 45 persen, sedangkan kawasan Maulafa baru mencapai 15 persen.
“Lapen kawasan Alak saat ini progresnya sudah 45 persen, sedangkan kawasan Maulafa sekitar 15 persen,” jelasnya.
Secara keseluruhan, progres pekerjaan jalan lapen di Kota Kupang telah mencapai sekitar 45 persen dengan target penyelesaian seluruh paket pekerjaan pada September 2026.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran sekitar Rp.62 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan. Dari total tersebut, sekitar Rp 49 miliar dikhususkan untuk pekerjaan jalan lapen.
Menurut Yohanes Puu, besarnya alokasi untuk pekerjaan lapen dilakukan karena kebutuhan pembangunan jalan di Kota Kupang masih sangat tinggi, terutama untuk membuka akses jalan baru di kawasan permukiman yang terus berkembang.
“Dengan kondisi keuangan daerah saat ini, kami lebih memprioritaskan pemerataan pelayanan jalan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, paket pekerjaan terbesar berada di kawasan Maulafa dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp.24 miliar, disusul kawasan Alak sebesar Rp.14 miliar. Sedangkan pekerjaan di kawasan Oebobo, Kelapa Lima, Kota Raja dan Kota Lama tergabung dalam satu paket dengan nilai sekitar Rp.5 miliar.
Selain paket utama tersebut, terdapat pula beberapa paket pekerjaan skala kecil yang tersebar di sejumlah lokasi lain dengan nilai berkisar antara Rp.2 miliar hingga Rp.3 miliar.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap pemerataan akses jalan dapat terus ditingkatkan sehingga mendukung mobilitas masyarakat serta membuka kawasan-kawasan permukiman baru yang terus berkembang di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












