“Seluruh persiapan ini bertujuan memastikan pekerjaan berjalan efektif, tepat mutu, dan tepat waktu,” jelas Fahrudin.
Ia menegaskan, percepatan di lapangan telah dilakukan melalui penambahan alat berat, tenaga kerja, hingga penyesuaian jam kerja. BPJN NTT menargetkan progres minimal 50 persen pada akhir November 2025.
Ruas Kilobesa–Oof: Konektivitas Meningkat, Ketahanan Pangan Didukung
Salah satu paket yang menjadi prioritas adalah ruas jalan Kilobesa–Oof di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Penanganan dilakukan sepanjang 6 kilometer, dengan pelebaran badan jalan menuju standar 5,5 meter, serta penambahan rabat beton 1 meter di sisi kiri dan kanan.
PPK 2.1 NTT, Heriyanto J. Hotty, ST, mengatakan peningkatan ruas tersebut sangat penting dalam mendukung akses petani dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah TTS.
“Progres pekerjaan berjalan baik dan sesuai rencana. Saat ini kontraktor mulai mengerjakan galian dan pembentukan badan jalan, kemudian dilanjutkan dengan urugan pilihan, agregat kelas A dan B, dan pengaspalan atau hotmix,” jelas Heriyanto.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
