“Secara keseluruhan kami puas, termasuk kualitas aspalnya. Penyedia jasa bekerja total di lapangan. Memang ada sedikit keterlambatan akibat cuaca, tetapi semua kondisi sudah diselesaikan dengan baik,” katanya.
Dengan rampungnya pekerjaan fisik tahap ini, aktivitas lalu lintas kembali normal. Jalan tersebut kini dilalui kendaraan masyarakat, termasuk angkutan hasil pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Namun demikian, penanganan ruas jalan ini belum sepenuhnya tuntas. Untuk mencapai konektivitas optimal dengan jalur lainnya, masih diperlukan penanganan lanjutan sepanjang enam kilometer agar fungsi jalan semakin maksimal.
Adrianto menjelaskan, selama proses pekerjaan dilakukan berbagai upaya percepatan tanpa mengabaikan mutu dan spesifikasi teknis.
Penanganan jalan meliputi perkerasan aspal dengan konstruksi HES-WZ, bahu jalan rabat beton, pasangan batu (DPT), serta pembangunan drainase.
Pasca-PHO, penyedia jasa masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan selama satu tahun, hingga 6 Januari 2027.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
