“Hingga saat ini, progres fisik telah mencapai 60 persen, dengan nilai anggaran sebesar Rp 3,2 miliar. Kami menargetkan pekerjaan rampung pada Desember 2025,” ujar Yunus, Selasa (25/11/2025).
Pekerjaan dilakukan di titik-titik kritis Desa Haitimuk, lokasi yang menjadi pusat kerusakan akibat derasnya arus banjir.
Pemasangan bronjong dipilih karena efektivitasnya dalam menahan erosi dan memperkuat struktur tebing, terutama pada area sungai dengan debit besar seperti Benanain.
Yunus menegaskan bahwa perkuatan tebing ini bukan hanya untuk mengamankan struktur sungai, tetapi juga memastikan fungsi jaringan irigasi Benenain dapat kembali normal sepenuhnya.
“Dengan adanya penanganan ini, stabilitas tebing dan kelancaran fungsi irigasi diharapkan dapat terjamin kembali,” tegasnya.(Tom)
—
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
