file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Progres terus dikebut, Penanganan Longsor Km 16 Jadi Prioritas di Ruas SP Amol–Manamas–Wini

Avatar photo
IMG20260619155132
oplus_1024

“Untuk Asbuton di ruas SP Amol–Manamas–Wini hari ini sudah selesai. Minggu depan kami akan bergeser ke ruas Oepoli–Napan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total panjang penanganan pada paket pekerjaan tersebut mencapai lebih dari 100 kilometer, meliputi ruas Oepoli–Napan hingga SP Amol–Manamas–Wini.

Penanganan Longsor Km 16 Memiliki Tingkat Kesulitan Tinggi

Braitlhy mengakui, pekerjaan penanganan longsor di Kilometer 16 memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena berada pada medan yang curam.

Selain kondisi topografi, pelaksanaan pekerjaan juga harus memperhatikan lahan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Area kerja dibatasi agar tidak merusak tanaman produktif milik warga seperti pohon jati, asam, bambu, dan pisang.

“Lokasinya cukup curam. Kami juga tidak bisa membuka area terlalu luas karena di sekitar lokasi terdapat tanaman milik masyarakat yang menjadi sumber penghasilan mereka. Khusus bambu juga harus dipertahankan karena berfungsi melindungi alur air di tepi sungai,” jelasnya.

Baca Juga :  Gunakan Teknologi Retrofitting, Lanjutan Pembangunan Gedung Politani Terapkan Metode Steeljacketing Pertama di NTT