Setiap kelompok kerja terdiri dari 25 hingga 30 orang yang melaksanakan kegiatan seperti pembersihan saluran dan pemotongan rumput secara berkala setiap bulan.
Dengan alokasi anggaran swakelola lebih dari Rp4 miliar, program ini tidak hanya menjaga fungsi infrastruktur jalan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
“Pembayaran dilakukan langsung di lapangan setiap bulan. Ini membantu meningkatkan pendapatan warga,” ungkap Abe.
Dalam proses penyempurnaan desain penanganan longsor, dilakukan penyesuaian teknis berupa penambahan material geotextile woven (IPKN 50) sebagai stabilisator.
Sementara struktur utama seperti bored pile, pile cap, dan DPT tetap mengacu pada desain awal.
Abe menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan berada dalam pengawasan ketat untuk menjamin kesesuaian spesifikasi teknis, baik dari aspek mutu konstruksi, kecepatan pelaksanaan, maupun tertib administrasi.
Pelaksanaan proyek oleh CV Bagus di bawah pimpinan Erwin Yosep disebut berjalan optimal dan sesuai dengan rencana kerja.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












