Menurutnya, dua titik longsor utama berada di STA 123+050 dan STA 127+075 pada segmen Batas Kota Soe–Niko Niki.
Di titik STA 123+050, pekerjaan konstruksi telah rampung 100 persen, meliputi bored pile dan Dinding Penahan Tanah (DPT) sebagai struktur utama penahan lereng.
Sementara itu, pada STA 127+075, pekerjaan masih berlangsung pada tahap pembesian pile cap dan DPT.
Proses pengeboran sebanyak 88 titik bored pile telah selesai, dan ditargetkan pembesian pile cap tuntas dalam minggu ini agar pekerjaan lanjutan dapat segera dilakukan.
“Begitu pile cap selesai, tahapan berikutnya bisa dipercepat, termasuk penguatan struktur dan penyempurnaan badan jalan,” jelas mantan PPK Perencanaan dan Pengawasan P2JN NTT ini.
Dari sisi teknis, lanjut Abe, metode penanganan disesuaikan dengan kondisi geologi setempat. Kedalaman perbaikan di titik pertama mencapai sekitar 2 meter, sementara pada titik kedua bervariasi antara 1 hingga 3 meter karena karakteristik lereng pegunungan yang lebih kompleks.
Selain itu, material geotextile akan digunakan untuk meningkatkan stabilitas tanah sekaligus melindungi badan jalan dari potensi pergerakan ulang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
