Untuk mendukung aktivitas siswa dan tenaga pendidik, proyek ini turut membangun tiga lapangan olahraga, yakni satu lapangan sepak bola dan dua lapangan multifungsi untuk voli dan basket. Selain itu, disiapkan pula lapangan upacara terpisah sebagai ruang kegiatan resmi dan seremonial.
Sebanyak 220 tenaga kerja, termasuk operator alat berat, terlibat aktif dalam pembangunan ini. Proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja, termasuk tenaga lokal.
Pembangunan Terpadu Sekolah Rakyat NTT diharapkan menjadi penggerak peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Kabupaten Kupang dan sekitarnya.
Sebagaimana diketahui, proyek yang dibiayai melalui APBN ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp238 miliar dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.
Dengan progres yang tetap terjaga di tengah tantangan cuaca dan logistik, manajemen proyek optimistis pembangunan dapat selesai sesuai target sekaligus menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif dan berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












