Ia menjelaskan, selama masa konstruksi, terowongan tersebut berfungsi sebagai saluran pengelak untuk mengalirkan air sungai sehingga area pembangunan tubuh bendungan pada Paket 1 tidak terdampak aliran sungai.
“Terowongan ini berfungsi sebagai pengelak aliran air selama pekerjaan tubuh bendungan berlangsung. Nanti setelah tubuh bendungan selesai, akan berubah fungsi menjadi terowongan pelimpah,” jelasnya.
Penyelesaian Paket 2 ditargetkan tuntas pada semester I tahun 2027.
Berdasarkan data per 16 Juni 2026, Paket 1 yang dikerjakan oleh WIKA-ADHI-JAYA KSO mencatat progres fisik sebesar 45,095 persen, sementara Paket 2 yang dikerjakan oleh PP-ASHFRI-MINARTA KSO hampir rampung dengan progres fisik mencapai 97,338 persen.
Secara keseluruhan, progres fisik Bendungan Manikin mencapai 69,547 persen dari target 70,006 persen.
Selain dua paket yang sedang berjalan,Satker Bendungan BBWS NT II juga menyiapkan Paket 3 yang saat ini masih dalam proses tender.
Paket tersebut akan menangani pembangunan pelimpah tambahan, melengkapi pelimpah utama yang sudah menjadi bagian dari konstruksi bendungan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
