Sedangkan Paket Penanganan Longsoran Ruas Henes–Motamasin sepanjang 80 meter memiliki progres 66,95 persen, sedikit lebih tinggi dibanding target 66,10 persen.
Pekerjaan dilakukan pada dua titik, yakni:
STA 135+140 ruas Dafala–Laktutus, dengan penanganan sisi kiri pertama 60 meter, sisi kiri kedua 30 meter, serta sisi kanan 20 meter;
STA 140+400 ruas Dafala–Laktutus, dengan penanganan sisi kanan sepanjang 40 meter.
Longsoran Baru Langsung Ditangani
Roberto mengungkapkan, selain menangani titik longsoran yang telah masuk dalam kontrak pekerjaan, pihaknya juga bergerak cepat menangani longsoran baru yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, sebagian longsoran baru ditangani melalui kegiatan rutin, sedangkan sebagian lainnya dimasukkan dalam paket preservasi tahun berjalan.
Pada STA 32+000 ruas Sadi–Haekesak dalam Paket Preservasi Motaain–Henes, penanganan dilakukan melalui pemasangan geotekstil, cerucuk, dan pekerjaan timbunan untuk memulihkan stabilitas badan jalan.
Sementara itu, longsoran baru pada STA 81+897 ruas Alas, Henes–Motamasin ditangani dengan melakukan mobilisasi alat berat untuk membuka jalur alternatif di sisi kanan jalan, penimbunan, perkerasan badan jalan, serta perkuatan lereng menggunakan cerucuk dan geotekstil sehingga arus lalu lintas tetap dapat dilalui masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
