Proyek drainase ini menggunakan konstruksi pracetak (precast) berukuran sekitar satu meter, yang dinilai lebih efektif dalam mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan kapasitas saluran air.
Pemilihan konstruksi ini diharapkan mampu mengatasi masalah genangan air yang selama ini sering terjadi di kawasan Ahmad Yani hingga Urip Sumoharjo, terutama saat musim hujan.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, proyek ini juga diharapkan dapat memperbaiki sistem drainase kota secara keseluruhan.
“Dengan drainase yang lebih baik, air hujan tidak lagi menggenang di badan jalan. Harapan kami, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tutur Maria.
Proyek preservasi jalan nasional di wilayah Kota Kupang ini dilaksanakan oleh PT Hutama Mitra Nusantara (HMN) dengan nilai kontrak sekitar Rp4,6 miliar. Pemerintah optimistis seluruh pekerjaan akan selesai tepat waktu pada Desember 2025. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
