file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

Progres Preservasi Jalan Henes–Motamasin Capai 50,38 Persen, Penanganan Longsoran di KM 19 jadi prioritas 

Avatar photo
file 00000000e6d47206b05b3271e2c90b4c

Selain melaksanakan pekerjaan utama, kontraktor juga bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di ruas Henes–Motamasin, tepatnya di STA 19+300 sisi kiri jalan.

Alex menjelaskan, longsoran memiliki panjang sekitar 40,5 meter dengan lebar badan jalan yang terdampak mencapai 7,5 meter.

 

Kondisi tersebut menyebabkan lebar jalan yang masih dapat dilalui kendaraan hanya sekitar 2,4 meter, sehingga arus lalu lintas sementara harus memanfaatkan bahu jalan.

“Untuk menjaga akses transportasi tetap terbuka, kami telah mengerahkan alat berat ke lokasi dan melakukan penanganan darurat menggunakan bronjong sebagai pengaman sementara,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan darurat dilakukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu sambil menunggu proses penanganan permanen pada titik longsoran tersebut.

Paket preservasi Jalan Henes–Motamasin merupakan salah satu upaya pemerintah melalui PPK 2.5 Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas jalan nasional di wilayah perbatasan.

Selain menjaga kemantapan jalan, proyek ini diharapkan dapat mendukung kelancaran konektivitas, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.(Tom)

Baca Juga :  Proyek Jalan Hurung-Ilepati-Demondei Capai 52%, Pengaspalan dan Bangunan Pelengkap Dikebut