Selain melaksanakan pekerjaan utama, kontraktor juga bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di ruas Henes–Motamasin, tepatnya di STA 19+300 sisi kiri jalan.
Alex menjelaskan, longsoran memiliki panjang sekitar 40,5 meter dengan lebar badan jalan yang terdampak mencapai 7,5 meter.
Kondisi tersebut menyebabkan lebar jalan yang masih dapat dilalui kendaraan hanya sekitar 2,4 meter, sehingga arus lalu lintas sementara harus memanfaatkan bahu jalan.
“Untuk menjaga akses transportasi tetap terbuka, kami telah mengerahkan alat berat ke lokasi dan melakukan penanganan darurat menggunakan bronjong sebagai pengaman sementara,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan darurat dilakukan agar mobilitas masyarakat tidak terganggu sambil menunggu proses penanganan permanen pada titik longsoran tersebut.
Paket preservasi Jalan Henes–Motamasin merupakan salah satu upaya pemerintah melalui PPK 2.5 Provinsi NTT dalam meningkatkan kualitas jalan nasional di wilayah perbatasan.
Selain menjaga kemantapan jalan, proyek ini diharapkan dapat mendukung kelancaran konektivitas, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.(Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












