“Khusus untuk rabat beton, kami akan membangun sepanjang 150 meter di sisi kiri jalan. Sementara itu, di sisi kanan, kami akan membangun sepanjang 100 meter. Untuk mutu beton pada DPT, kami menggunakan FC 30 MPa (Megapascal). Sementara pada bahu jalan, kami menggunakan FC 20 MPa dengan ketebalan 15 cm,” pungkas Agung.
Agung menambahkan bahwa pihaknya optimis dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan tetap mempertahankan kualitas pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
“Sesuai kontrak, pekerjaan ini harus selesai pada Desember 2025. Namun, kami berharap dan berupaya keras untuk dapat menyelesaikannya lebih awal, yaitu pada bulan Oktober,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sumber pendanaan untuk penanganan longsoran ruas jalan Simpang Tiga Wae-Mata, Malwatar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,7 miliar (termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%).
Pekerjaan penanganan longsoran ini dikerjakan oleh PT. Anugrah Nuansa Kasih (ANK), dengan jangka waktu pelaksanaan selama 240 hari. Pekerjaan ini juga diawasi oleh Konsultan Supervisi yang terdiri dari PT. Diantama Rekanusa, KSO, PT. Indec Internusa, dan PT. Cipta Strada.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
