“Meskipun hotmix lebih halus dan nyaman, kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan baru masih sangat tinggi. Karena itu, lapen menjadi pilihan agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” jelasnya.
Selain lapen, Pemkot Kupang juga membangun jalan hotmix di tiga lokasi, yakni kawasan Alak, area belakang Taman Nostalgia, dan wilayah Liliba. Total panjang hotmix yang dikerjakan tahun ini mencapai lebih dari dua kilometer.
Khusus ruas jalan di samping GOR Oepoi Kupang, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,7 miliar. Paket pekerjaan tersebut mencakup pembangunan jalan rabat beton, drainase, serta trotoar.
Pemerintah juga memberi perhatian serius pada sistem drainase, terutama di kawasan sekitar HTI yang diduga memiliki sumber mata air. Perencanaan teknis dilakukan secara matang agar konstruksi jalan lebih tahan lama dan tidak mudah rusak akibat genangan air.
“Jika tersedia anggaran tambahan tahun depan, ruas jalan di kawasan HTI akan dilanjutkan,” tambahnya.
Tak hanya infrastruktur jalan, Pemkot Kupang juga membangun delapan titik sumur bor yang dikoordinasikan bersama PDAM Kota Kupang, disesuaikan dengan kebutuhan jaringan distribusi air bersih.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
