Paket terbesar berada di kawasan Maulafa dengan nilai mencapai Rp. 24 miliar, disusul kawasan Alak sebesar Rp.14 miliar. Sementara kawasan Oebobo, Kelapa Lima, Kota Raja dan Kota Lama masuk dalam satu paket pekerjaan dengan nilai sekitar Rp.5 miliar.
Selain itu, terdapat pula sejumlah paket kecil di luar kawasan utama dengan nilai berkisar Rp.2 miliar hingga Rp. 3 miliar.
Menurut Yohanes, progres pekerjaan lapen sejauh ini masih berada dalam kondisi positif meski dihadapkan pada kendala distribusi dan kelangkaan aspal nasional.
“Kawasan Maulafa, progresnya sudah sekitar 15 persen, kawasan Alak hampir 20 persen, sementara kawasan Oebobo dan Kelapa Lima bahkan sudah mendekati 80 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM dan dolar turut mempengaruhi harga material aspal di pasaran. Bahkan saat ini stok aspal di sejumlah distributor besar di Surabaya dan Jakarta mulai kosong.
“Bukan hanya harga naik, tapi stok juga kosong. Itu yang cukup mempengaruhi progres pekerjaan di lapangan. Namun pekerjaan tetap berjalan dan belum sampai berhenti,” katanya.(Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












