Aan menjelaskan bahwa untuk mengatasi longsoran yang terjadi, pihaknya telah melakukan upaya penanganan sementara dengan metode rescoping tebing.
Sebelum terjadinya longsoran baru, pihaknya telah melakukan penanganan di areal tebing, termasuk pemasangan jaringan kawat aktif, matras, dan dinding penahan tanah.
Namun, dengan adanya sejumlah titik longsor baru tersebut, pihaknya telah mengajukan perpanjangan waktu pelaksanaan proyek.
“Karena penanganan struktur, seperti dinding penahan tanah dan rescoping, juga membutuhkan waktu dan penuh risiko, sehingga kami harus bekerja dengan hati-hati,” jelas Aan.
Dengan adanya perpanjangan waktu, target penyelesaian proyek yang awalnya dijadwalkan berakhir pada 19 Agustus 2025, kini diundur hingga 6 Desember 2025.
Ia optimis bahwa pekerjaan perbaikan alinyemen jalan ini akan tuntas pada tahun ini, sehingga dapat mendukung akses logistik yang vital di Labuan Bajo, khususnya, dan Pulau Flores pada umumnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
