“Masyarakat sangat senang karena akses jalan kini benar-benar mendukung aktivitas pendidikan, sosial, pertanian, dan ekonomi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya konektivitas jalan di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Malaka dan Belu, yang merupakan jalur lintas negara. Karena itu, keterhubungan dengan ruas lain, khususnya menuju Jalan Nurobo, sangat diharapkan.
Dirinya menjelaskan bahwa sejak kontrak dimulai pada Oktober 2025, pekerjaan dilakukan dengan skema percepatan tanpa mengesampingkan mutu dan spesifikasi teknis.
“Percepatan dilakukan dengan penambahan alat berat, jam kerja, dan tenaga kerja. Secara keseluruhan, pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis. Untuk agregat dan aspal hotmix, hasilnya cukup memuaskan,” jelasnya.
Paket pekerjaan peningkatan Jalan Simpang Balibo–Umasukaer ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp20,4 miliar yang bersumber dari APBN.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Bahagia Timor Mandiri sebagai kontraktor pelaksana, dengan pengawasan dari PT Gagas Adi Bagaskara (KSO CV Bayu Pratama dan PT Ciriatama Nusawidya Consult) sebagai konsultan pengawas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
