Ia mengatakan ketiga jembatan tersebut merupakan jembatan sederhana dengan panjang rata-rata 10–12 meter dan lebar sekitar 7 meter.
Konstruksi yang digunakan adalah balok beton tipe B dengan spesifikasi teknis seragam, menyesuaikan kondisi lapangan.
Sementara itu, untuk Jembatan Usu digunakan desain jembatan gantung yang diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki dan kendaraan ringan dalam kondisi terbatas.
“Secara desain, jembatan gantung tidak diperuntukkan bagi kendaraan berat demi menjaga keselamatan struktur” katanya.
Ia menambahkan seluruh perencanaan teknis untuk lima paket jembatan tersebut telah disusun sejak tahun sebelumnya. Pada 2026, proyek memasuki tahap finalisasi dan pelaksanaan konstruksi secara bertahap.
Sebagian paket ditargetkan selesai dalam tahun berjalan, sementara proyek MYC seperti Oesapa akan berlanjut hingga 2027.
Pihaknya berharap dukungan masyarakat dan pemerintah daerah agar proses pembangunan dapat berjalan lancar, aman, dan tepat waktu.
Pembangunan jembatan ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah di Nusa Tenggara Timur, meningkatkan akses ekonomi masyarakat, serta mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia (tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
