file_0000000045ac81fab54dfe29d6d4bbe8
previous arrow
next arrow

BBWS NT II Pastikan Infrastruktur Vital Kembali Berfungsi dan Dimanfaatkan Masyarakat Selama Tanggap Darurat

Avatar photo
Kepala Satuan Kerja Operasional dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, S.T., M.T., mengatakan Satker OP SDA memiliki tugas utama dalam penanganan tanggap darurat, khususnya memastikan infrastruktur yang terganggu akibat gempa dapat kembali berfungsi dalam waktu cepat.
Kepala Satuan Kerja Operasional dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air Nusa Tenggara II, Nahason Hariandja, S.T., M.T.,

BBWS NT II juga menemukan sejumlah Hidran Umum (HU) mengalami keretakan ringan akibat gempa.

Fasilitas tersebut akan diperbaiki melalui penanganan tanggap darurat sehingga kembali dapat digunakan masyarakat.

Tidak berhenti pada perbaikan fasilitas yang ada, BBWS NT II juga berencana menambah Hidran Umum agar distribusi air dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Penambahan tersebut akan memperhitungkan debit sumber air yang tersedia agar pembagian air dapat dilakukan secara merata.

Siapkan Opsi Sumur Bor di Palue

Untuk memperkuat ketersediaan air baku di Pulau Palue, BBWS NT II juga menyiapkan opsi pengeboran apabila hasil kajian menunjukkan adanya potensi air tanah.

Survei geolistrik telah dilakukan bersama Balai Teknik Air Tanah dari Bandung dan sejumlah unit teknis terkait.

Hasil survei tersebut akan dievaluasi untuk menentukan apakah terdapat potensi air tanah yang dapat dimanfaatkan.

Jika potensinya memenuhi, pengeboran sumur dapat menjadi salah satu solusi untuk menambah sumber air bagi masyarakat.

Baca Juga :  BPJN NTT Tancap Gas Awal 2026, Kontrak Preservasi Jalan Perbatasan Oepoli - Saenam- Napan Dan SP Amol-Manamas- Wini Resmi Ditandatangani