Meski demikian, ia mengakui tantangan utama proyek ini terletak pada proses mobilisasi alat berat dan material ke Pulau Usu.
Rencananya, distribusi akan dilakukan menggunakan ponton atau kapal khusus dari Pulau Rote.
Untuk menjaga kualitas konstruksi, material seperti agregat dan batu pecah akan didatangkan dari Takari, Kupang,NTT.
BPJN NTT menargetkan pekerjaan utama jembatan rampung pada November 2026, sementara penyelesaian akhir dijadwalkan pada Desember 2026.
“Jika semua berjalan lancar, November pekerjaan utama selesai, Desember tinggal finishing,” katanya.
Proyek ini juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Lahan pembangunan telah siap, dan sosialisasi resmi akan segera dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao.
“Masyarakat sangat mendukung karena jembatan ini sudah lama dinantikan. Ini akan membuka akses dan meningkatkan konektivitas warga Pulau Usu,” ujarnya.
Untuk paket bangunan bawah, pekerjaan dilaksanakan oleh CV Karya Sejahtera, sedangkan kontraktor bangunan atas akan ditentukan setelah proses tender selesai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












