Upaya tersebut meliputi penambahan alat berat, peningkatan jam kerja yang dibagi ke dalam dua shift, serta penambahan tenaga kerja khususnya untuk pekerjaan pasangan batu.
Meski dikebut, pelaksanaan pekerjaan tetap berada dalam pengawasan ketat dan mengedepankan mutu serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh Kementerian PU.
Hal ini bertujuan agar kualitas jalan yang dibangun benar-benar mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata dalam jangka panjang.
PPK 3.1 Provinsi NTT, Diana Takaeb, S.ST menyampaikan bahwa hasil percepatan tersebut mulai terlihat signifikan.
“Melalui kerja keras dan komitmen bersama, progres terkini pekerjaan sudah mencapai 66,27 persen. Kami optimis pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target pada 31 Desember 2025,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (22/12/2025).
Berdasarkan laporan progres di lapangan, pekerjaan pemadatan timbunan pilihan telah rampung sepanjang 2,4 kilometer. Sementara itu, lapisan pondasi agregat B telah terpasang sepanjang 2,2 kilometer dan agregat A mencapai 1,6 kilometer. Untuk tahap akhir, pengaspalan Hotmix HRS-WZ satu lapis telah terealisasi sepanjang 1,2 kilometer.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












