Rehabilitasi tahap II jaringan irigasi tersier ini memiliki tujuan utama untuk memperkuat sistem penyediaan air pertanian di desa-desa. Hal ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan air yang cukup bagi lahan-lahan produktif, terutama pada saat musim kemarau dan pada masa tanam.
Menariknya, perbaikan jaringan irigasi tersier di tiga kabupaten ini dilakukan dengan sistem padat karya, yang melibatkan partisipasi aktif dari kelompok-kelompok masyarakat di desa-desa.
Untuk memastikan penyelesaian pekerjaan sesuai dengan target

yang telah ditetapkan, pihak BBWS NT II telah mengambil sejumlah langkah percepatan yang efektif.
Salah satunya adalah dengan menambah jumlah kelompok kerja serta memperpanjang waktu kerja melalui lembur.
“Upaya percepatan kami dorong dengan melibatkan lebih banyak tenaga kerja, serta penambahan kelompok kerja dan waktu lembur,” jelas Yunus.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












