Menurutnya, percepatan pekerjaan memang diperlukan, tetapi tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi.
“Kami harap teman-teman penyedia jasa bisa bekerja dengan maksimal. Bekerja cepat boleh, tetapi tidak boleh melupakan atau mengabaikan mutu pekerjaan di lapangan. Itu harus,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan agar benar-benar memperhatikan kualitas setiap tahapan konstruksi.
Sebelum suatu pekerjaan dinyatakan selesai, mutu hasil pekerjaan harus diperiksa secara cermat untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.
BPJN Antisipasi Ketersediaan BBM dan Asbuton
Selain persoalan percepatan pekerjaan dan mutu konstruksi, BPJN NTT juga mencermati potensi kendala ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, serta material aspal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek.
Janto berharap persoalan pasokan BBM maupun material tidak menjadi penghambat pekerjaan di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa penyesuaian harga solar dan aspal dilakukan dengan memperhatikan perkembangan harga pasar terbaru. Sementara untuk ketersediaan pasokan, BPJN NTT telah melakukan koordinasi dengan penyedia jasa dan sejumlah distributor sebelum paket pekerjaan memasuki proses pelelangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
