Sementara itu, untuk kelanjutan pembangunan lintas utara Flores, BPJN NTT juga tengah menyiapkan perencanaan penanganan jalan sepanjang 15 kilometer berikutnya.
Akan tetapi, menurut Janto, kepastian sumber pembiayaan untuk kelanjutan ruas tersebut masih dibahas bersama pemerintah pusat.
Janto menyebutkan, terdapat beberapa alternatif skema pembiayaan yang sedang dikaji, di antaranya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun pinjaman luar negeri.
“Kami masih terus berdiskusi dengan pusat terkait sumber pembiayaannya. Apakah dari APBN atau pinjaman luar negeri. Skemanya nanti menunggu arahan dari pusat,” jelasnya.
BPJN NTT berharap pembangunan tahap awal sepanjang 10 kilometer melalui program IJD 2026 dapat menjadi langkah konkret dalam membuka akses lintas utara Flores.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan ketersediaan pembiayaan untuk tahapan berikutnya, pembangunan konektivitas jalan di wilayah utara Pulau Flores diharapkan dapat dilanjutkan secara bertahap. (Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
