BPBPK NTT Perkuat Penanganan Pascagempa, Fokus Air Bersih, Sarpras hingga Asesmen Bangunan

Kepala BPBPK NTT,DIDIK WAHYUDI
oplus_1024

Menurut Didik, keberlanjutan menjadi faktor penting karena sistem yang dibangun harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam mengakses dan membiayai pengelolaannya.

Rekonstruksi Permanen Masih Disiapkan

Untuk pembangunan kembali secara permanen, BPBPK NTT masih melakukan pembersihan, asesmen lanjutan dan penghitungan kebutuhan anggaran.

Didik mengatakan pemerintah belum dapat menentukan nilai anggaran secara keseluruhan karena jumlah bangunan dan tingkat kerusakannya masih terus diperbarui berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Untuk anggaran sendiri masih bergerak, masih kami hitung. Jumlah gedung yang diminta ditangani juga masih bergerak,” ujarnya.

Karena itu, pekerjaan permanen belum menjadi fokus utama pada tahap tanggap darurat saat ini.

Pemerintah masih memprioritaskan agar pelayanan dasar tetap berjalan, fasilitas penting dapat segera difungsikan kembali, dan kondisi bangunan dapat dipastikan melalui asesmen lanjutan sebelum pembangunan dilakukan.

Tanggap Darurat hingga 12 September

Masa tanggap darurat masih berlangsung hingga 12 September 2026. Selama periode tersebut, BPBPK NTT akan terus memprioritaskan pemenuhan air minum dan sanitasi, perbaikan cepat sarana dan prasarana, serta pemeriksaan bangunan terdampak.

Exit mobile version