“Kalau kendaraan besar berpapasan di atas jembatan harus saling mengalah. Pengendara motor juga harus ekstra hati-hati. Kami khawatir kalau dibiarkan terus bisa memicu kecelakaan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Senada dengan itu, warga Wini, Dominggus Naitau berharap pemerintah pusat melalui BPJN NTT dapat memberikan perhatian khusus terhadap kondisi jembatan-jembatan tersebut.
“Sekarang jalan sudah bagus dan makin ramai dilalui kendaraan. Harapan kami, ke depan jembatan-jembatan yang sempit ini bisa diperlebar atau ditingkatkan supaya lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Meski demikian, masyarakat mengapresiasi perhatian pemerintah melalui BPJN NTT yang pada tahun 2026 telah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah melalui paket preservasi jalan SP Amol-Manamas-Wini.
Melalui paket tersebut, sejumlah pekerjaan tengah dilakukan, meliputi pengaspalan jalan, penanganan titik longsor, rabat bahu jalan serta beberapa pekerjaan pemeliharaan lainnya guna meningkatkan kemantapan ruas jalan nasional di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
