Kebocoran Pintu Air Mantasio, Sekitar 40 Hektare Sawah Terancam Kekeringan
Di Desa Mantasio, persoalan bermula dari laporan petugas Unit Pelaksana (UP) Bendungan mengenai terganggunya pasokan air ke area persawahan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa petani mulai mengkhawatirkan kondisi tanaman padi akibat lahan yang mengalami kekeringan. Bahkan, sebagian permukaan tanah sawah dilaporkan mulai retak dan berlumpur, sementara tanaman padi diperkirakan memasuki masa panen dalam waktu sekitar tiga minggu.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran OP SDA BBWS NT II turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi infrastruktur dan mencari solusi agar distribusi air dapat kembali berjalan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebocoran pada gate valve atau katup pengatur aliran air. Kebocoran terjadi pada bagian pipa dan sambungannya sehingga air terus keluar dan berpotensi mengganggu penyaluran air menuju persawahan.
Siswandi menjelaskan, instalasi tersebut merupakan fasilitas lama yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan air baku. Seiring waktu, instalasi itu mengalami perubahan dan sempat ditangani secara swadaya oleh petani.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
