“Jangan sampai atas nama konservasi, kita justru menciptakan kemiskinan baru di Manggarai Barat. Rakyat juga butuh makan, dan pariwisata selama ini menjadi salah satu sektor yang mengangkat taraf hidup masyarakat paling bawah,” pungkasnya.
Di tengah polemik tersebut, publik kini menunggu apakah pemerintah akan tetap menjalankan kebijakan kuota secara kaku, atau membuka ruang dialog guna mencari titik keseimbangan antara perlindungan alam dan keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal.(***)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
