“Sekarang masyarakat tetap menjalankan aktivitas keuangannya seperti biasa. Jadi walaupun ada momen hari raya, ritme transaksi gadai tetap berjalan normal,” jelasnya.
Terkait tujuan masyarakat memanfaatkan layanan gadai, ia mengatakan sebagian besar digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Kebanyakan nasabah kami adalah ibu rumah tangga, bukan pengusaha. Jadi pinjaman gadai biasanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi seperti biaya rumah tangga, pendidikan anak, atau kebutuhan mendesak lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Pegadaian juga memiliki skema pembiayaan khusus bagi pelaku usaha melalui produk kredit mikro. Namun hingga saat ini pemanfaatannya di Kupang masih belum terlalu signifikan.
“Kami sebenarnya punya produk pembiayaan untuk usaha produktif, yaitu kredit mikro. Tapi pertumbuhannya belum terlalu besar. Artinya masyarakat masih lebih banyak menggunakan layanan gadai untuk kebutuhan konsumsi,” jelasnya.(Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
