Ia menyebutkan, kenaikan tersebut setara dengan peningkatan nilai transaksi sekitar Rp11 miliar, sehingga total transaksi gadai saat ini mencapai sekitar Rp280 miliar.
Kendati demikian Menurutnya, momentum Hari Raya tidak terlalu memengaruhi penurunan aktivitas gadai di Kupang, berbeda dengan beberapa daerah lain di Indonesia.
“Kalau di beberapa daerah seperti di Jawa atau Bali, biasanya ketika mendekati hari raya justru transaksi gadai menurun. Tapi di Kupang kondisinya relatif stabil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, beberapa tahun lalu memang sempat terjadi tren penurunan transaksi gadai saat momen hari besar keagamaan seperti Idul Fitri maupun Natal.
“Sekitar empat tahun lalu, setiap ada hari raya biasanya transaksi gadai menurun. Tapi dalam dua tahun terakhir, khususnya sejak 2023, tren itu sudah berubah. Aktivitas gadai tetap stabil bahkan cenderung meningkat,” katanya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa pola perilaku masyarakat di Kupang sudah mulai terbentuk dan tidak lagi terlalu dipengaruhi oleh momentum hari raya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
