“Sebagai pengusaha, kami merasa rugi karena kapal kami digunakan tanpa membayar tiket kepada kami, tetapi kepada oknum,” ujar Yusak, mengungkapkan keresahannya.
INSA Kupang- NTT, menurut Yusak, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga agar iklim investasi maritim di NTT tetap kondusif. Oleh karena itu, INSA mengharapkan dukungan aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait untuk bertindak tegas terhadap oknum-oknum yang melakukan praktik percaloan tiket. Praktik tersebut dinilai sangat meresahkan dan merugikan masyarakat di pelabuhan.
Yusak juga menyampaikan apresiasi kepada pengusaha pelayaran luar NTT yang telah berinvestasi di daerah NTT seperti kehadiran Kapal Darma Lautan Utama (DLU) dan PT Pelayaran Darma Indah dengan empat kapal cepatnya di NTT.
Investasi dengan nilai ratusan miliar yang telah ditanamkan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, telah memberikan dampak positif bagi masyarakat NTT.
“Kita beri apresiasi buat Pak Bambang yang punya DLU dan Pak Asiong yang punya PT Pelayaran Darma Indah yang sudah berinvestasi di NTT. Mari kita dukung investasi maritim di NTT. Dengan hadirnya kapal-kapal dari luar, sudah terbukti membuka banyak lapangan kerja yang terbuka serta peluang ekonomi baru melalui jalur ekspedisi,” kata Yusak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
