Yusak, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin NTT bidang Investasi dan Maritim, mengakui bahwa menarik investasi di sektor maritim NTT sangatlah sulit. Hal ini disebabkan karena NTT bukanlah pasar komersial yang besar dan menjanjikan peluang bisnis yang signifikan.
“Saya mendapat data dari Kapal Darma Lautan Utama (DLU). Kapal ini hanya memiliki load factor atau penumpang yang terisi hanya 20-30 persen. Sedangkan untuk break even point kita membutuhkan 60 persen. Artinya, owner ini sudah berkorban melayani rute yang rugi. Kalau mereka sudah rugi untuk NTT, jangan lagi ada oknum pelabuhan yang menambah kerugian mereka,” tegas Yusak.
Lebih lanjut Yusak menjelaskan bahwa minimnya jumlah kapal swasta yang beroperasi di NTT disebabkan oleh iklim investasi maritim yang tidak kondusif. Ia menduga praktik percaloan tiket yang dilakukan oleh oknum di pelabuhan sebagai salah satu faktor utama yang menyebabkan hal tersebut. Praktik ini tidak hanya merugikan para pengusaha, tetapi juga merugikan negara dan masyarakat luas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










