Merespon keluhan kelompok penenun, Jane berkomitmen untuk memperhatikan dan mengatasi masalah harga tenun yang merosot. Dalam pandangannya, menjaga harga tenun tidak hanya berarti menjaga kesejahteraan para penenun, tetapi juga mengakui nilai budaya yang terkandung dalam setiap helai kain tenun.
” Memang masalah harga tenun di pasaran ini tentunya tidak hanya mengancam kesejahteraan penenun, tetapi juga keberlangsungan budaya tenun itu sendiri. Jadi jika kita tidak tangani dengan baik, kita berisiko kehilangan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Saya akan perjuangkan hal ini dan berharap agar tenun, sebagai warisan budaya yang berharga, tetap hidup di tengah dinamika pasar saat ini” katanya.
Dihadapan mama – mama kelompok penenun, Jane mengutarakan harapannya melalui kampanye ke masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menggunakan produk tenun lokal.
Jane berjanji akan memberikan dukungan kepada kelompok tenun melalui pembinaan, pelatihan, atau bahkan promosi produk tenun ke pasar yang lebih luas, diharapkan harga tenun dapat kembali normal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. ( Tom)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












