“UMKM adalah kekuatan sosial dan budaya NTT. Mereka menyerap tenaga kerja, menjaga identitas daerah, dan menghidupkan ekonomi dari desa hingga kota,” ujarnya.
Untuk memastikan UMKM benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong berbagai terobosan, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, kemudahan akses permodalan, digitalisasi UMKM, hingga kolaborasi dengan perbankan, swasta, dan komunitas.
“Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi. Jika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, ekonomi NTT akan tumbuh lebih kuat dan inklusif,” tambah Melki.
Tak berhenti di dalam daerah, Gubernur Melki juga mengungkapkan langkah strategis NTT membangun kerja sama ekonomi kawasan.
Bersama Provinsi Bali dan NTB, NTT tengah menghidupkan kembali konektivitas kawasan Sunda Kecil, sekaligus menjajaki kerja sama dengan Maluku, Maluku Utara, serta enam provinsi di Papua.
“Produk UMKM akan menjadi penggerak utama kerja sama ini. Jalur laut yang dulu menghubungkan NTT, Maluku, dan Papua akan kita aktifkan kembali sebagai jalur ekonomi,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
