Flori Rita Wuisan Dilantik Jadi Komisaris Independen Bank NTT, Gubernur Tekankan Pembenahan dan Penguatan Kredit Produktif

Flori Rita Wuisan resmi dilantik sebagai Komisaris Independen PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) untuk periode 2026–2031, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, Bank NTT tidak boleh hanya bertumpu pada pola bisnis yang selama ini berjalan. Bank daerah tersebut harus mampu memperluas jangkauan pembiayaan, memperkuat tata kelola, serta menghadirkan layanan perbankan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di NTT.

Lima Pesan Strategis Gubernur untuk Bank NTT

Salah satu penekanan utama Gubernur adalah perlunya mengurangi ketergantungan penyaluran kredit pada sektor konsumtif, khususnya kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Manajemen Bank NTT didorong memperluas pembiayaan ke sektor produktif, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai penting agar akses permodalan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Selain transformasi kredit, Gubernur meminta jajaran pengurus Bank NTT membangun komunikasi dan sinergi secara rutin dengan para kepala daerah selaku pemegang saham. Koordinasi bulanan diperlukan agar kebijakan perbankan selaras dengan prioritas pembangunan serta kebutuhan ekonomi masing-masing daerah.

Exit mobile version