Dalam sesi interaktif, perwakilan dari beberapa kabupaten melaporkan progres pelaksanaan penanaman di daerah masing-masing. Di antaranya Manggarai Timur yang melaksanakan penanaman di lingkungan gereja dan madrasah.
Kakanwil berharap kegiatan ini dapat menjadi gerakan berkelanjutan, yang mempererat sinergi antar umat beragama dalam menjaga kelestarian alam.
“Gerakan ini bukan hanya aksi simbolik, tetapi merupakan bagian dari kesadaran spiritual untuk memelihara ciptaan Tuhan,” tutupnya.
Selanjutnya penanaman pohon dilakukan secara simbolis di lingkungan Kanwil Kemenag NTT dengan 144 anakan matoa, dan akan dilanjutkan di berbagai lokasi strategis seperti rumah ibadah, madrasah, dan lingkungan kantor Kemenag se-NTT.
Total pohon yang ditargetkan ditanam adalah 2.988 anakan, terdiri dari matoa, kelengkeng, cendana, jambu air, rambutan, dan tanaman lainnya.
Turut hadir pada kegiatan dimaksud Kepala Bagian TU Kanwil Kemenag NTT, jajaran FKUB Provinsi NTT, para Kepala Bidang dan Pembimas, Kepala Madrasah se-NTT, Kepala KUA se-NTT, pengurus Dharma Wanita Persatuan, serta seluruh ASN dan PPNPN lingkup Kanwil Kemenag Prov. NTT. (*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
