Acara tersebut juga dihadiri Ketua Klasis Kota Kupang Timur, Pendeta Mercy Kapioru-Pattikawa, S.Th., yang memimpin kebaktian sore itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Moria Liliba, Pendeta Elisabeth Radja Gah-Djara, S.Th., para anggota DPRD Provinsi NTT seperti Filmon Loasana dan Julius Uly, presbiter, karyawan gereja, serta jemaat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa meski Pemerintah Kota Kupang menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemotongan belanja daerah hingga 50 persen, dukungan terhadap rumah ibadah tetap menjadi prioritas.
Salah satu langkah efisiensi yang ditempuh adalah meniadakan pembelian mobil dinas baru, sehingga menghemat sekitar 4 miliar rupiah yang dialihkan untuk program bantuan masyarakat.
Bantuan untuk GMIT Moria Liliba tahun ini senilai 300 juta rupiah, ditambah 50 juta rupiah untuk Klasis Kota Kupang Timur.
“Ini adalah salah satu bantuan terbesar tahun ini di Kota Kupang. Kami rela memangkas anggaran perjalanan dinas atau pengadaan mobil dinas demi memastikan bantuan bagi rumah ibadah tetap berjalan,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
