“Bacalah Al-Qur’an dengan lidah dan hatimu karena suara yang keluar dari hati akan sampai ke hati yang lain. Niatkan semua karena ibadah. Biarlah kemenangan menjadi urusan Yang di Atas, sementara tugas kalian adalah menampilkan yang terbaik dengan hati yang ikhlas,” ujarnya.
Menurut Gubernur Melki, kemenangan sejati bukan hanya ketika dinyatakan juara ketika mampu menjaga niat, menampilkan yang terbaik, dan pulang dengan membawa pengalaman iman yang makin kuat, serta hati yang makin lapang.
“Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits bukanlah sekadar ajang kompetisi. Ia adalah momentum pembentukan karakter, membangun keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, dan pengabdian. Karena sejatinya, STQH bukan hanya soal suara merdu dan tajwid yang sempurna, tetapi tentang menghadirkan Al-Qur’an dalam laku hidup sehari-hari,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi NTT menurut Melki Laka Lena, terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Beliau meyakini bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari pembentukan moral dan spiritual yang kuat. Karena manusia yang beriman, berakhlak, dan berilmu akan menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
