2. Mengutamakan kepentingan bangsa. Mereka tidak mencari imbalan atau jabatan, melainkan mengabdi untuk rakyat.
3. Berpandangan jauh ke depan. Mereka berjuang demi masa depan bangsa dan generasi penerus, dengan semangat pantang menyerah.
Wakajati NTT menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dengan senjata, tetapi dengan ilmu pengetahuan, empati, dan pengabdian.
“Semangatnya tetap sama — membela yang lemah, menegakkan keadilan, dan memastikan tak ada anak bangsa yang tertinggal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat perjuangan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan ketahanan nasional, peningkatan pendidikan, dan penegakan keadilan sosial.
Upacara Hari Pahlawan di Kejati NTT menjadi momentum bagi seluruh aparatur kejaksaan untuk meneguhkan semangat kepahlawanan melalui kerja nyata.
“Kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak padam — dengan bekerja, bergerak, dan memberi dampak bagi masyarakat,” tutup Wakajati NTT.
Dengan tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, Kejati NTT menegaskan komitmennya untuk terus menyalakan semangat pengabdian demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.(*/Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
