Kepala Desa Silu, Mikael Takel, menilai jalan baru tersebut membawa “angin segar” bagi perekonomian masyarakat. Menurutnya, mobilitas warga meningkat dan distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar.
Peningkatan jalan Silu–Oemofa merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025.
Proyek ini ditangani oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTT melalui PPK 1.1, dengan dukungan anggaran APBN sekitar Rp22,5 miliar.
Tim di lapangan berhasil merampungkan pengaspalan sepanjang kurang lebih 2,8 kilometer hingga target waktu Desember 2025.
Secara teknis, pembangunan jalan dilakukan dengan penguatan struktur menggunakan lapis pondasi agregat kelas A setebal sekitar 30 cm, serta lapisan aspal HRS-WC setebal sekitar 5 cm yang dikenal kuat dan tahan terhadap beban lalu lintas.
Erwin Yoseph selalu pimpinan PT.Cahaya Berlian Jaya Abadi (CBJA) menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU melalui BPJN NTT yang telah mempercayakannya mengerjakan pekerjaan IJD Silu -Oemofa.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
