“Keberhasilan menjaga sungai sangat bergantung pada sinergi semua pihak. Sungai bukan hanya saluran air, tetapi sumber kehidupan masyarakat dan wajah lingkungan perkotaan kita,” ujar Parlinggoman.
Menurutnya, sungai yang bersih dan terawat akan memberikan dampak besar bagi ketahanan air, pengendalian banjir, hingga kualitas lingkungan pesisir di Kota Kupang.
Ia juga mengingatkan masih tingginya persoalan sampah dan limbah domestik yang mencemari sungai dan akhirnya bermuara ke laut. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap ekosistem laut dan hasil tangkapan nelayan.
“Sampah plastik rumah tangga yang masuk ke sungai akhirnya terbawa ke laut. Ini bukan hanya persoalan sungai, tetapi juga berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir dan nelayan,” katanya.
Parlinggoman menambahkan, BBWS NT II terus mendorong penataan kawasan sempadan sungai agar pembangunan di Kota Kupang tetap selaras dengan tata ruang wilayah dan tidak memperburuk kondisi lingkungan.
Selain fokus pada kebersihan sungai, BBWS NT II juga berkomitmen menata kawasan sungai menjadi lokasi percontohan wisata sungai di Kota Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
