Salah satu capaian utama dalam 100 hari pertama adalah hadirnya roadmap sistem pengelolaan sampah terpadu pertama di Kota Kupang.
Sistem ini memungkinkan 85% sampah dikelola langsung di tingkat kecamatan, hanya 15% yang dibuang ke TPA Alak.
Pemkot telah memulai penyediaan tempat sampah di 1.347 RT, dengan 900 unit telah tersedia melalui sinergi antara anggaran mandiri dan dukungan CSR.
Armada pengangkut sampah juga kini dilengkapi GPS, sehingga masyarakat dapat memantau rute dan waktu pengambilan sampah secara langsung melalui aplikasi berbasis ponsel.
Tenaga kebersihan Kota Kupang kini menerima insentif tambahan Rp500 ribu, sebagai bentuk penghargaan atas peran penting mereka dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan tertata.
Program unggulan lainnya adalah Saboak Koepan atau Sunday Market Buat Orang Kupang, yang kini menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat setiap akhir pekan.
Sekitar 600 pelaku UMKM telah difasilitasi untuk berdagang secara gratis di area tersebut, dengan perputaran uang mencapai hingga Rp1,2 miliar dalam 2 bulan berjalan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
