“Berkat penanganan cepat dari Pemerintah Daerah setempat dan BPJN NTT dibantu alat berat, akses jalan berhasil dibuka kembali” ungkap Pj.Gubernur Andriko.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Agustinus Junianto mengatakan butuh waktu sekitar 2 Minggu untuk pihaknya membangun Bronjong di lokasi tersebut sebagai langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya longsor.
“Kami tentunya akan segera tangani dan perbaiki kerusakan ini. Sekitar 14 hari atau 2 Minggu waktu yang kami butuhkan untuk membangun Bronjong, terlebih karena jalan ini leter S, jadi memang cukup panjang. Namun akan kami kerjakan segera.” ujar Junto.
Dalam peninjauan tersebut, Pj. Gubernur Andriko juga mengimbau kepada seluruh wilayah kabupaten/kota se – NTT untuk selalu waspada dan siap siaga serta intens membangun koordinasi lintas sektor agar dapat mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam akibat curah hujan yang tinggi.
“Kepada seluruh daerah se-NTT saya juga menghimbau agar selalu siaga dan waspada. Khusus dalam musim penghujan yang puncaknya nanti di bulan Februari, Pemda setempat agar terus membangun koordinasi dan komunikasi lintas sektor baik dari BMKG juga kawan-kawan dari Balai Wilayah Sungai maupun dari Balai Jalan untuk mengantisipasi segala kemungkinan seperti ini. Beberapa kemungkinan yang terjadi adalah pada saat musim hujan tinggi seperti sekarang adalah longsor, banjir, banjir bandang, angin kencang dan juga petir harus kita waspadai dengan baik bersama,” terang Andriko.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
