Meski menggunakan kapal kargo, proses pengangkutan tetap diawasi ketat oleh petugas KSOP dan marine inspector guna memastikan keamanan dan kelayakan ruang muat ternak.
“Kalau kapal ternak khusus Camara Nusantara bisa memuat sekitar 550 ekor sapi per kapal. Sementara kapal kargo kapasitasnya menyesuaikan hasil pemeriksaan ruang muat, namun rata-rata juga mampu mengangkut lebih dari 500 ekor,” katanya.
Simon menilai kebijakan penggunaan kapal kargo sangat membantu para pelaku usaha ternak di NTT di tengah tingginya permintaan pasar nasional.
Ia juga mengingatkan seluruh pelaku usaha agar menjaga koordinasi dan tidak menimbulkan konflik internal yang dapat mengganggu iklim investasi ternak di daerah.
“Kami berharap semua pihak menjaga hubungan yang baik dan humanis. Jangan sampai ada gesekan yang membuat investor dari luar daerah kehilangan kepercayaan terhadap usaha ternak di NTT,” tegasnya.
Menurut Simon, stabilitas distribusi ternak sangat penting karena NTT selama ini menjadi salah satu daerah pemasok sapi terbesar untuk kebutuhan nasional, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
