“BMKG mengestimasi proses peluruhan alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu,” kata Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Gempa Utama M7,7 Berkedalaman 15 Kilometer
BMKG sebelumnya memutakhirkan parameter gempa utama menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut tergolong gempa dangkal yang terjadi akibat aktivitas Flores Baack Arc Thrust, atau sesar naik busur belakang Flores.
Kedalaman gempa yang relatif dangkal menjadi salah satu faktor yang menyebabkan guncangan terasa kuat dan menimbulkan dampak kerusakan di sejumlah wilayah Flores.
BMKG mencatat guncangan terbesar mencapai VII MMI di Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Riung, Kabupaten Ngada, serta sejumlah lokasi lainnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
