Data tersebut menunjukkan bahwa tsunami memang sempat terjadi setelah gempa utama, meskipun ketinggiannya berbeda-beda di setiap lokasi.
Warga Tetap Diminta Waspada
Berakhirnya potensi tsunami bukan berarti masyarakat mengabaikan keselamatan. Warga yang berada di kawasan terdampak gempa, khususnya yang berada dekat bangunan mengalami kerusakan, tetap perlu berhati-hati.
Masyarakat juga diminta tidak kembali memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Selain itu, warga di wilayah pesisir diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, BPBD, BNPB maupun pemerintah daerah.
Gempa Menimbulkan Guncangan Kuat
Gempa M7,7 tersebut sebelumnya memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.
Guncangan kuat juga dirasakan di sejumlah wilayah Flores. BMKG mencatat intensitas hingga VII MMI di Aesesa, Nagekeo; Riung, Ngada; dan Kota Mbay.
Sementara intensitas VI MMI tercatat di Wolowae, Nagekeo dan Kota Bajawa, sedangkan intensitas V MMI dirasakan di Kota Ende, Borong dan Ruteng.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
